KEMBARAN — Gema kemerdekaan yang baru saja diperingati pada 17 Agustus lalu masih terasa hangat ketika Bapak dan Ibu Guru SMP N 2 Kembaran kembali menunjukkan semangat juang di ruang belajar bersama. Bertepatan pada tanggal 18 hingga 20 Agustus 2026, sekolah menggelar In House Training (IHT) bertajuk “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Literasi dan Numerasi”. Jika sebelumnya semangat kemerdekaan diwujudkan lewat upacara dan perlombaan, kini semangat tersebut ditransformasikan menjadi ikhtiar nyata untuk memerdekakan murid dari kesulitan memahami bacaan serta konsep angka.
Kegiatan tiga hari ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi para pendidik untuk menengok kembali praktik penguatan literasi di kelas dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis murid. Melalui diskusi interaktif, seluruh pendidik membangun pemahaman bersama bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan fondasi penting bagi murid untuk mengembangkan kecakapan hidup. Momentum ini juga dimanfaatkan sekolah untuk merumuskan arah dan strategi penguatan budaya literasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sehingga tidak sekadar menjadi program musiman.
Tak kalah penting, aspek numerasi turut mendapat porsi perhatian besar selama IHT berlangsung. Para guru mengevaluasi dan merefleksikan sejauh mana implementasi numerasi telah diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. Pemahaman tentang numerasi turut disegarkan kembali, dengan harapan dapat menjadi bekal nyata bagi guru dalam mengambil keputusan serta menyusun kebijakan pembelajaran yang lebih presisi dan berbasis data demi mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.
IHT ini menghadirkan narasumber utama, Ibu Ida Yuningsih, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas Pembina SMP N 2 Kembaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa penguatan literasi dan numerasi bukanlah tanggung jawab guru mata pelajaran Bahasa Indonesia atau Matematika semata, melainkan tugas kolektif seluruh pendidik lintas mata pelajaran demi membentuk generasi yang tangguh dalam menghadapi persoalan kehidupan nyata.
“Literasi bukan sekadar membaca teks, melainkan bagaimana kita membimbing murid untuk berpikir kritis, menganalisis informasi, dan menyelesaikan masalah secara bijak. Sementara itu, numerasi memberi mereka kemampuan bernalar berbasis data untuk mengambil keputusan yang presisi dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ibu Ida Yuningsih di hadapan seluruh peserta IHT.

Selama tiga hari pelaksanaan, suasana ruang pelatihan SMP N 2 Kembaran dipenuhi diskusi hangat, tawa kecil di sela-sela sesi, dan semangat kolaborasi yang begitu terasa dan semakin bergelora berkat keteladanan Kepala SMP N 2 Kembaran, Bapak M. Tejowibowo, S.Pd., yang hadir penuh mendukung dan mendampingi kegiatan dari awal hingga akhir. Antusiasme ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak hanya milik murid, tetapi juga menjadi napas yang terus dihidupkan oleh para pendidik itu sendiri demi mencetak generasi unggul dan berkarakter.
(Humas SMP N 2 Kembaran)





